Kembali ke Berita Siaran Pers

PDPE Kabupaten Lahat Sukses Operasikan PLTS Terapung Terbesar di Sumatra

H
Oleh: Humas PDPE Lahat
Diterbitkan: 24 May 2026
Estimasi Baca: 4 Menit
PDPE Kabupaten Lahat Sukses Operasikan PLTS Terapung Terbesar di Sumatra

Lahat, 24 Mei 2026 - Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPE) Kabupaten Lahat kembali mencatatkan milestone bersejarah dalam komitmen akselerasi energi baru terbarukan (EBT) nasional. Hari ini, Direksi PDPE bersama dengan Pemerintah Kabupaten Lahat meresmikan operasional penuh Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung berkapasitas 120 Megawatt (MW) di atas danau bekas tambang terpadu di wilayah konsesi Lahat, menjadikannya PLTS terapung terbesar di Pulau Sumatra saat ini.

Proyek energi hijau berskala besar ini dibangun di atas lahan air seluas kurang lebih 85 hektar dengan memanfaatkan ribuan panel surya generasi terbaru tipe monokristalin bifacial. Penggunaan teknologi panel surya dua sisi ini memungkinkan penyerapan radiasi matahari secara optimal baik langsung dari atas maupun dari pantulan permukaan air, sehingga meningkatkan efisiensi pembangkitan listrik hingga 15% dibanding teknologi panel konvensional.

"Operasional PLTS Terapung 120 MW ini adalah bukti nyata komitmen PDPE Lahat untuk melampaui batasan batubara (Beyond Coal). Kami tidak hanya berbicara tentang energi masa depan, tetapi kami sedang merancang dan mengoperasikannya hari ini untuk mendukung ketahanan energi nasional dan menciptakan Sumatra yang bersih dan lestari." — Ir. Hermawan Sutrisno, Direktur Utama PDPE Kabupaten Lahat

Sinergi untuk Net-Zero Emission

Proyek mercusuar ini dikembangkan melalui kemitraan strategis dengan penyedia jaringan transmisi nasional untuk menyalurkan energi bersih secara alternatif kepada kawasan industri terpadu dan pemukiman warga di Sumatra Selatan. Listrik yang dihasilkan setara dengan konsumsi tahunan bagi lebih dari 90.000 rumah tangga, sekaligus berpotensi mereduksi emisi karbon dioksida sebesar 145.000 ton per tahun.

Selain menyuplai daya bersih, penempatan panel surya terapung di atas danau bekas tambang juga berfungsi meminimalisir laju penguapan air waduk hingga 40%, serta mencegah pertumbuhan alga berbahaya yang dapat merusak ekosistem air. Hal ini membuktikan bahwa integrasi teknologi rekayasa lingkungan dan energi bersih dapat berjalan beriringan guna mendukung pemenuhan target Net-Zero Emission (NZE) Indonesia pada tahun 2060 atau lebih cepat.

Dampak Ekonomi & Sosial Lokal

Selama masa konstruksi intensif yang berjalan selama 18 bulan, proyek PLTS Terapung Lahat menyerap lebih dari 800 tenaga kerja lokal, memberikan dampak multiplier effect ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar tambang. PDPE Lahat juga menyelenggarakan transfer keahlian teknologi surya melalui program pelatihan khusus bersertifikasi, mempersiapkan pemuda setempat untuk mengelola pemeliharaan pembangkit listrik masa depan ini.

Langkah progresif ini membuktikan bahwa PDPE Kabupaten Lahat memimpin gerakan transisi energi secara adil (Just Energy Transition) dengan meletakkan kebermanfaatan sosial, kelestarian alam, serta profitabilitas korporat dalam harmoni yang sempurna.

Bagikan Artikel: